Penghuni Kantin
Salah satu hal dari rasa syukurku diberi kesempatan bisa mengeyam pendidikan adalah kenal dan akrab dengan penghuni Kantin. Ada Ibu Soto, Mas jus, John, Masbas&Ibubas, Ibu Kwetiaw, Mas siomay dan yg lainnya. Itu versiku, apa versimu?
Dulu kantin adalah tempat favorit untuk cabut dari kelas dan ruang OSIS. Bukan hanya karena lapar, tapi karena adanya penghuni Kantin itu yg bisa menyegarkan suasana dan pikiran yg kacau karena adanya masalah/banyak tugas. Di tempatku Ibu Soto adalah guru BK bagi semua anak-anak. Bahas pacar bisa, bahas masalah keluarga bisa, menerima ghibahin guru/kepsek iya. Bahkan guru BK kalah dengan ibu soto karena anak bermasalah di sekolah lebih nurut sama ibu soto dibanding gurunya.
Ada juga John. Penjual aneka makanan dan minuman lengkap dengan harga murah. Dengan ceplas ceplosnya, genitnya, asiknya semua cepat akrab dengan dia. Masbas/Ibubas adalah sepasang suami istri penjual bakso yang menyediakan varian daging/telur. Selalu menawarkan "mau campur atau yamin?". Baksonya pun terbilang murah waktu itu dengan 6rb sudah kenyang makan bakso.
Ada lagi Mas Siomay, dengan kumis tebel nan rapih berjualan siomay dengan rasa bumbunya yang nikmat dan siomay yg enak. Penyajiannya pun bersih dan cekatan. Ibu kwetiaw pun tidak kalah dengan yang lain. Semerbak harum bumbu kwetiaw yang menusuk menarik banyak orang untuk membeli walaupun sedikit banyak membuat hidung semua orang tersengat.
Dari sekian banyak penghuni Kantin, aku dekat dengan Masjus. Cowok jangkung yg menjual berbagai aneka minuman. Masjus adalah orang ramah terhadap siapapun dan cepat akrab dan hafal dengan nama/wajah pembelinya. Banyak juga orang bercerita dengannya membahas banyak hal. Mungkin karena orangnya asik jadi yakin untuk bercerita.
Inti dari bacaan ini, aku hanya ingin kita semua menghormati dan berteman dengan penghuni Kantin setidaknya ramah. Karena penghuni Kantin pun merupakan UMKM dimana penggerak ekonomi. Walaupun lingkungan penghuni Kantin masih sempit (kecuali buka usaha yang sama di luar sekolah) tetapi uang terus berputar bukan? Membantu menekan inflasi bukan?
Aku berdoa semoga kita si pengenyam pendidikan dan penikmat makanan/minuman penghuni kantin suatu hari nanti bisa menjadi investor bagi UMKM atau pelaku UMKM untuk ikut serta membantu meningkatkan perekonomian negara.
Membahas ini, aku semakin rindu mereka si penghuni kantin!
Komentar
Posting Komentar